Kenalkan, ini deretan masinis cantik siap mengemudikan MRT Jakarta

by - April 19, 2018


Angkutan massal berbasis rel, Mass Rapid Transit (MRT), segera beroperasi di Jakarta. Sejumlah persiapan dilakukan, termasuk melakukan perekrutan masinis sejak 2016 lalu.

Jangan sangka mereka yang dites sebagai calon masinis hanya pria. Sebab ternyata sejumlah wanita juga ternyata lolos sebagai masinis MRT.

Kepala Divisi Railway Operation PT MRT Jakarta, Mega Tarigan, menuturkan dibutuhkan 60 masinis untuk mengoperasikan MRT fase I. Saat ini, dari 41 masinis yang lolos seleksi 6 di antaranya masinis perempuan.

Mega mengatakan, dalam perekrutan tidak ada ketentuan pemilihan masinis berdasar gender, peserta yang terpilih berdasarkan kemampuan.

"Tidak ada alasan khusus (rekrut masinis wanita), karena berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2017 itu memang diperbolehkan. Jadi syarat masinis itu pria atau wanita, kemudian ya tinggi 160 centimeter, sehat jasmani dan rohani. Dari segi peraturan kan memang tidak ada diskriminasi. Dibuka untuk pria dan wanita. Tapi mungkin selama ini praktiknya banyak lelaki," kata Mega di kantor MRT, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (18/4).

Salah satu masinis MRT perempuan, Indri (22) mengaku sudah mendapatkan pelatihan masinis di Malaysia. Selama mendapat pelatihan, ia menyebut tidak ada perlakuan berbeda terhadap pria maupun perempuan.

"Jadi cikgu (pelatih) di sana melakukan sampling, kalau wanita kuat berarti yang lainnya juga kuat. Dari fisik dilatih, mentalnya dilatih, tidak ada perbedaan sama sekali," ujar Indri.

Sementara itu, Mega mengatakan, sebagian masinis yang direkrut merupakan fresh graduate. Sebelum dilatih di Malaysia, para masinis terlebih dahulu dilatih dahulu di Akademi Perkeretaapian Indonesia, Madiun, Jawa Timur.

Mega mengatakan alasan para masinis tersebut dilatih di Malaysia, yakni karena teknologi MRT belum digunakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan bahasa yang digunakan mudah dimengerti.

"Kalau ke Jepang kan gak ngerti mereka ngomong apa, makanya pilihan jatuh ke Malaysia karena kemudahan komunikasi. Jadi kita kirimkan ke Malaysia agar dia dapat pengalaman bagaimana mengemudikan kereta," ujar Mega.

You May Also Like

0 komentar