Khofifah disebut mampu memberi efek kemenangan Jokowi

by - Juli 22, 2018


Nama Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa disebut-sebut akan ikut mengatrol kemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kali keduanya di Pilpres 2019 nanti.

Mantan politikus Demokrat yang kini berbaju Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fandi Utomo bahkan menyebut, kehadiran Khofifah dalam struktur dukungan Jokowi, bukan hanya akan berdampak signifikan di Jawa Timur, tapi juga secara nasional.

"Khofifah pemimpin cerdas lintas zaman. Beliau mampu mengkonsolidasikan barisan dan relawan Muslimat NU secara nasional," kata Fandi di Surabaya, Minggu (22/7).

Sehingga, lanjut Calon Legislatif (Caleg) DPR Dapil I Surabaya-Sidoarjo, "Kehadiran Ibu Khofifah selaku ketua umum PP Muslimat NU dalam skema dukungan terhadap Jokowi, akan memunculkan multiplier effect electoral yang sangat signifikan," sambungnya.

Di Jawa Timur sendiri, masih kata Fandi, jika dukungan masyarakat atas kemenangan Khofifah di Pilgub 27 Juni lalu bisa dikonversikan ke Jokowi, maka, raihan suaranya bisa menyentuh 70 persen.

Menurut mantan anggota DPR RI Fraksi Demokrat ini, angka 70 persen untuk Jokowi bukan mustahil dicapai. "Karena selain didukung Parpol besar seperti PKB, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, dan Hanura, Jokowi juga didukung partai baru dan non-parlemen."

Tak hanya Parpol, dukungan berbagai relawan yang merepresentasikan kebhinekaan juga turut memberikan dukungannya. "Dukungan yang beragam ini menunjukkan, bahwa Jokowi bisa diterima oleh mayoritas identitas politik yang ada di Indonesia," katanya yakin.

Sementara PKB, kata Fandi lagi, pasca-pertemuan antara Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Jokowi beberapa waktu lalu, telah menyatakan dukungan penuh untuk Jokowi dua periode.

Dengan dukungan penuh dari PKB, Fandi menilai, pekerjaan Jokowi untuk mendapatkan kemenangan keduanya di Pilpres 2019, akan lebih mudah lagi. Karena mayoritas muslim di Indonesia memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU).

"Dan kebanyakan orang NU itu bernaung di PKB. Jika orang-orang NU memilih Jokowi, maka seharusnya juga memilih PKB untuk mengawal kebijakan Jokowi," tuntas Fandi.

You May Also Like

0 komentar