Golkar sebut kekalahan PDIP di beberapa provinsi tak pengaruhi koalisi Jokowi

by - Juni 28, 2018


Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei untuk Pilkada di 17 provinsi, PDIP harus menelan kekalahan di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Dari 17 provinsi, pasangan calon yang diusung PDIP hanya menang di empat daerah yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Bali dan Maluku.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kekalahan PDIP ini tak berpengaruh terhadap koalisi pengusung capres petahana Joko Widodo untuk Pilpres 2019. Ia mengatakan koalisi Pilpres berdasarkan hasil Pemilu 2014, bukan Pilkada.

"Pemilu itu berdasarkan Pemilu 2014. Jadi tentu pendukung beliau berbasis kepada itu," ujarnya usai bertemu Ketua Umum PPP di DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).

Mengenai perkembangan koalisi, Airlangga mengatakan pihaknya masih mengintensifkan pembicaraan dengan parpol lainnya yang belum memutuskan secara resmi arah koalisinya. Karena itulah pihaknya tak terlalu terburu-buru kapan keputusan akhir bangunan koalisi pengusung Jokowi akan ditetapkan. Menurutnya peresmian koalisi bisa dilakukan di menit-menit terakhir pendaftaran.

"Dan menit-menit terakhir itu tentunya kalau kita lihat dalam pembangunan koalisi parpol ke depan demokrasi di Indonesia ini tidak memungkinkan satu partai menguasai 51 persen. Jadi koalisi permanen diperlukan. Kami punya pemikiran bahwa koalisi permanen ini sebaiknya dibuat di awal untuk mengawal," paparnya.

Terkait kriteria cawapres Jokowi yang ditetapkan oleh koalisi, Menteri Perindustrian ini enggan menanggapi. Menurutnya apapun nanti keputusan koalisi semua adalah keputusan bersama.

"Kalau nanya ke berdua ini kan (Airlangga dan Rommy) sama-sama insinyur, jadi susah," selorohnya.

You May Also Like

0 komentar