Di depan Dedi Mulyadi, warga Bandung ini keluhkan sulitnya lahan makam

by - Juni 04, 2018


Sejumlah warga Kota Bandung mengeluhkan langkanya lahan untuk pemakaman. Saat ini, mereka pun kesulitan mencari pemberi wakaf tanah untuk dijadikan makam. Hal itu mengemuka saat calon wakil gubernur Jabar nomor urut 4, Dedi Mulyadi saat mendatangi Warga Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Bandung.

Salah seorang tokoh warga, Dian (31) mengatakan bahwa warga harus memakamkan anggota keluarganya di tempat lain. Kalaupun dapat, biayanya untuk kuburan pun terbilang mahal. Dia menyatakan, biayanya berkisar di angka Rp 1,5 Juta sampai Rp 2 Juta.

"Ini sangat memberatkan, apalagi untuk warga kurang mampu," katanya di depan Dedi Mulyadi, Senin (4/6).

Sebetulnya, di kawasan itu ada tanah yang siap dijual seluas 30 tumbak. Warga pun sepakat untuk membelinya untuk difungsikan sebagai pemakaman. Namun, harga jualnya sangat mahal. Per satu tumbak tanah dihargai Rp 5 Juta.

Menanggapi keluhan tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan siap membantu. Namun, di momen Pilgub Jabar di mana ia menjadi salah satu kontestan diakui tidak akan leluasa memberikan bantuan.

Namun, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan koleganya di Kota Bandung untuk menyelesaikan pembelian tanah tersebut.

"Saya tidak boleh mengeluarkan uang karena ada aturan. Tetapi, ada teman-teman saya di sini, insya Allah siap membantu. Semoga sebelum Lebaran warga sudah punya tanah pemakaman sendiri," kata Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menyatakan bahwa kelangkaan lahan pemakaman di daerah perkotaan merupakan masalah klasik. Alih fungsi lahan bukan menjadi alasan bagi negara untuk memfasilitasi setiap warga bangsa sejak lahir sampai meninggal.

"Ke depan lahan pemakaman harus diperbanyak dan ditata menjadi taman-taman menarik. Sehingga, warga yang berziarah itu merasa nyaman," pungkasnya.

You May Also Like

0 komentar