Ketum PPP: Presiden dan Wapres kombinasi kelompok kebangsaan dan agama

by - April 23, 2018


Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy menilai, komposisi sesuai untuk Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2019 adalah kombinasi dari kelompok kebangsaan dan agama. Hal itu dia sampaikan usai menggelar rapat koordinasi tertutup bersama Ketua DPC, anggota DPRD Kabupaten, Kota dan Provinsi se-Jabar, serta anggota DPR dari PPP di Hotel Arsilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (23/4).

"Sejak zaman Bung Karno dan Bung Hatta, Presiden dan Wapres merupakan kombinasi kelompok kebangsaan dan kelompok agama," katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Rommy itu meyakini tidak akan ada poros ketiga yang saat ini dimotori Partai Demokrat.

"Poros ketiga hanya bisa dibentuk oleh tiga Parpol. Sementara tujuan pembentukan poros untuk pencalonan presiden dan wakil presiden, kalau 3 parpol berati ada satu parpol yang enggak kebagian slot jadi Capres atau Cawapres. Sama sama enggak kebagian slot mending ikut potos ke satu atau ke dua yang lebih besar kemungkinan menangnya," jelasnya.

Menurutnya, hasil survei elektabilitas Jokowi yang terus naik di Jabar tidak lepas dari andil PPP. Rommy pun mengaku kerap menjelaskan alasan dukungan diberikan kepada Jokowi dalam setiap sosialisai yang melibatkan kader.

"Kami juga menjawab fitnah yang sudah dikembangkan sejak terbitnya Tabloid Obor Rakyat 2014 bahwa
Pak Jokowi Pro Komunis, Pak Jokowi itu RRC. Itu adalah isu yang sengaja dibuat hanya untuk kepentingan Pilpres 2014," terangnya.

You May Also Like

0 komentar