Sisi lain kehidupan ilmuwan Stephen Hawking

by - Maret 15, 2018


Ilmuwan terkemuka Inggris, Stephen Hawking, menghembuskan napas terakhir dengan tenang di kediamannya di Cambridge, Inggris, pada Rabu (14/3). Dia berpulang di usia ke 76 karena komplikasi penyakit sklerosis lateral amiotrofik yang dideritanya.

Kematian Hawking meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi orang-orang yang menganggapnya sebagai inspirasi.

Sederet fakta tentang kehidupannya mulai menarik untuk diulik seiring dengan kepergian ahli fisika itu untuk selama-lamanya. Diambil dari berbagai sumber, merdeka.com telah merangkum sisi lain tentang Hawking yang tidak banyak diketahui publik.

Berikut ulasannya:

1. Dua kali menikah berujung perceraian

Stephen Hawking menikahi Jane Wilde pada 1965 silam. Jane merupakan sosok yang berperan penting dalam kehidupan dan juga karir Hawking di bidang ilmiah.

Jane diketahui selalu mendukung Hawking meski suaminya tersebut memiliki keterbatasan fisik. Sayangnya, selama proses merawat Hawking, Jane menderita depresi. Dia pun akhirnya memutuskan unuk bercerai dengan Hawking pada 1995.

Meski sudah berpisah, namun Jane tetap setia mendukung mantan suaminya. Kisah cinta keduanya diabadikan dalam film bertajuk 'The Theory of Everything' dibintangi Eddie Redmayne sebagai Hawking dan Felicity Jones sebagai Jane.

Setelah bercerai dengan Jane, Hawking kemudian menikah dengan istri keduanya, Elaine Mason, pada 1995. Mason merupakan perawat Hawking. Hawking mengakhiri pernikahan keduanya pada 2006 secara diam-diam.

2. Percaya dengan adanya alien

Pada acara Discovery Channel bertajuk 'Into the Universe with Stephen Hawking', Hawking mengaku bahwa dia percaya dengan adanya alien. Dia juga mengaku takut pada alien.

"Jika alien mengunjungi bumi, maka hasilnya akan sama ketika Columbus mendarat di Amerika. Hal itu tidak baik bagi penduduk asli karena alien akan mengambil alih semuanya," tutur dia lewat suara komputer yang dioperasikannya.

Alien akan merantau, menaklukan, dan menjajah planet manapun yang bisa mereka capai. Bagi otak matematis seperti saya, hitung-hitungannya sendiri membuat pemikiran tentang alien sangat rasional," tambahnya.

3. Seorang atheis

Selama menikah dan menjadi perawat Hawking, Jane diketahui menderita depresi. Dalam sebuah wawancara pada 2004 lalu, Jane menyebut bahwa kepercayaannya pada agama Kristen membuat dia bertahan untuk terus merawat suaminya. Namun ironisnya, kepercayaannya itu tidak sejalan dengan Hawking yang memang seorang atheis.

Fakta Hawking yang memang seorang atheis juga pernah disampaikannya selama perkumpulan tokoh-tokoh ilmiah di Tenerife, Kepulauan Canary, 2014 lalu.

"Sebelum kita memahami sains, wajar untuk percaya bahwa Tuhan memang menciptakan alam semesta. Tapi sekarang ilmu sains menawarkan penjelasan yang lebih meyakinkan. Yang saya maksud dengan 'kita akan mengetahui pikiran Tuhan' adalah, kita akan tahu segala sesuatu yang Tuhan tahu, itupun jika Tuhan benar ada. Namun kenyataannya tidak. Saya adalah seorang atheis," ungkapnya.

You May Also Like

0 komentar