Rutinitas Setnov di rutan KPK, belajar mengaji hingga salat berjamaah

by - Februari 12, 2018


Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto mengaku mengalami perubahan signifikan semenjak menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak ditahan, mantan Ketua DPR itu mengaku belajar mengaji bersama tahanan lainnya di Rumah Tahanan KPK.

"Iya semua baca. Saya pun belajar dari teman-teman yang lain. Belajar baca," ujar pria yang akrab disapa Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Dia kemudian menceritakan, para tahanan KPK menjalani ibadah sangat khusyuk sehingga kebiasaan tersebut berpengaruh kepadanya. Mulai dari kebiasaan belajar mengaji hingga salat berjamaah diikuti Setnov bersama rekan rekan sesama tahanan.

Untuk salat berjamaah, mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri kerap kali menjadi imam salat.

"Iya selalu berjamaah. Pak Sapto (Rochmadi Saptogiri), Pak Imam ya gantian. Jadi komandan imam," ujarnya.

Kebiasaan lain yang berubah semenjak menjadi tahanan KPK adalah rutinitas potong rambut. Jika dulu saat menjadi Ketua DPR potong rambut dua pekan sekali, maka kali ini hanya satu bulan sekali.

Pencukur rambut kali ini bukan berasal dari tempat cukup mewah melainkan tukang cukur pangkal di pinggir jalan.

"Ada tukang cukur pinggir jalan gitu ya ada yang mangkal. Itu sudah diteliti sama pengawal KPK, sudah diteliti betul dan sudah di screening. Saya juga makasih bisa potong rambut sebulan sekali. Biasa saya potong dua minggu sekali," ujarnya sambil tertawa ringan.

You May Also Like

0 komentar